Sebuah tanda menuntun tanya

Terkadang ada hal yang menurut pandangan orang itu baik, namun ketika kita tanyakan itu pada hati kita sendiri, jawabannya bisa berbeda. Hal-hal di sekeliling mendadak bersekutu untuk menuntun diri, mendengarkan isi hati, dan melihat lebih jeli. Menanyakan kembali, apa benar itu solusi, bukan jebakan ilusi.

Kita semua tahu segala keputusan akan diikuti oleh konsekuensi, itu hal pasti. Namun aku meyakini bahwa segalanya akan baik-baik saja selama kita bisa menjalaninya dengan hati terbuka. Karena sejatinya kita hanya berjalan di titian qodar. Jadii, mari kita nikmati saja. Namun jangan lupa untuk jalani dengan penuh tanggungjawab.

Penting untuk menjadi perhatian adalah, sadar betulkah kita saat ada di persimpangan? Dengan apa dan kepada siapa kita bersandar?

Saat berada di persimpangan, coba sadari bahwa ada Allah yang selalu siap memberi petunjuk saat kita mengharapkan petunjuknya. Dengan ilmuNya yang tak terbatas, Allah mau lho bantu kita.

Saat berada di persimpangan, coba untuk turunkan volume suara-suara orang di sekitar, lalu mulai dengarkan suara hati dengan meminta bantuan Allah. Percayalah Allah tahu yang terbaik, Allah tahu yang paling kita butuhkan. Allah tahu hal-hal yang kita tidak tahu. Allah kuasa atas apa-apa yang kita tidak kuasa. Boleh lho mengambil waktu agak lama saat di persimpangan, tak ada yang mau menanggung konsekuensi jika bukan dirimu sendiri bukan?

Maka, tak apa jika kamu memilih untuk diam sejenak. Selama diammu itu untuk berdialog dengan Allah, selama diammu itu untuk mempelajari bisikan hatimu sendiri, itu nggapapa. Nggapapa bangett :))

Komentar

Postingan Populer