Jakarta #1

TA berasa KP ternyata berlaku padaku. Setelah pertimbangan panjang, aku memutuskan untuk meninggalkan Semarang sementara waktu. Aku pergi ke Jakarta Selatan dengan niat menyelesaikan rangkaian Tugas Akhir (yang berasa seperti Kerja Praktik) di Pertamina Hulu Energi OSES (Offshore Southeast Sumatera). Memutuskan pergi ke Jakarta adalah salah satu keputusan yang (agak) berat menurutku. Karena jelas aku akan berpisah dengan teman-teman dekatku di PPM Semarang, dan aku juga jadi lebih jauh dengan keluarga (secara geografis tentu). Sebenarnya tinggal di luar kota itu tidak masalah, asal kita bisa nyaman dengan kota itu. Sayangnya kan, ngga semua orang bisa cinta dan nyaman begitu cepat dengan sebuah kota, apalagi Jakarta. Aku salah satunya. Dulu, aku gamau mampir, bahkan menetap cukup lama di Jakarta. Polusi udara, macet dimana-mana, udah macet tiba-tiba ada iring-iringan pejabat (tambah macet deh). Kerasa banget pas weekend tuh jalan Dr. Satrio di sore ampe malem padetnya bukan main. Di Jakarta juga ngga ada curug dan ngga ada pantai yang bisa dipake buat bengong.

Hampir satu bulan berada di Ibukota membuatku mengamati banyak hal, ternyata Jakarta tidak buruk yang aku bayangkan sebelumnya (uhuk, suudzon ama Jakarta. Maaf Jakartaa), bahkan sekarang aku bisa mencintainya, karena orang-orang di dalamnya. Jakarta adalah tempat bersembunyi banyak orang baik dan hebat. Aku belajar banyak dari orang baik yang ngga sengaja papasan di lift mau nanyain aku naik ke lantai berapa dan ngebantu pencetin nomor lantainya, orang-orang baik yang diam-diam selalu mempedulikan anak jalanan tanpa pamrih, belajar mencintai dan dicintai di tengah hiruk pikuknya pekerjaan, belajar dari banyak pemimpin yang tenang dan sangat kompeten di bidangnya, belajar dari teman-teman yang sabar menjalani kerasnya hidup Ibukota. Belajar sama temen yang meskipun udah capek kerja masih nyempetin dateng sambung. Jakarta juga jadi tempat paling ambisius dan agresif perkembangannya di Indonesia, dan akhirnya agak berat juga kalau lama-lama pergi darinya. Lah, malah ngga pengen pergi? HAHA. Iyah, untuk sementara, aku ingin bersabar dan bersahabat dengan kota yang satu ini :)

.

So, terima kasih Jakarta dan orang-orang hebat di dalamnya.


Bonus foto bareng partner susah-seneng ngejalanin TA di PHE, Naila Andriani <3 

Komentar

Postingan Populer