Kamis

Disclaimer : ini cuma tulisan acak di kepala :)

Aku ngga lagi galau, apalagi galauin kamu hihi. Canda, tapi emang lagi ga galauin siapa-siapa. Cuma lagi pengen nyoba nulis ala-ala begini.

Hihi, moga bermanfaat 😇

Hari ini, hari Kamis. Ada hati yang sampai saat ini meringis karena menyadari banyak hal yang awalnya manis, sekarang kok, jadi bikin nangis.

Haha, kata Umi, mangkanya jangan main-main sama hati. Jatuh hati, nanti aja. Saat semua sudah siap dan sudah dalam keadaan Allah ridhoi. Sekarang, mah, berteman aja dulu :)

Sekarang, sekadar berbuat baik kepada sesama aja dulu. Ramah mah, ya ramah aja. Gausa ada modus-modusan. Baik mah, ya baik aja. Gausa ada niat-niat lain yang ga bener.

Haha, memang rumit ya, pertemanan antara laki-laki dan perempuan._Ah, ngga juga!_

Ntahlah..

Hati kan memang ngga pernah bisa memilih. Dia jatuh sendiri. Oke, kita bisa memilih dan memikirkan dengan siapa kita harus berteman dan menghabiskan waktu bersama. Tapi, masalah hati? Kita tak akan pernah bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh hati. Semuanya mendadak jadi tak bisa diprediksi. Tiba-tiba, ada saja hal kecil darinya yang mungkin tak penting bagi orang lain-bahkan baginya sendiri, mengganggu diriku. Menghantui pikiranku. Sungguh ironi..

Haha, _lagi-lagi.._


Ah,

Seharusnya tidak lagi, sadar bahwa sekarang telah berubah intensi. Sekarang sudah tahu, manusia adalah tujuan yang keliru. Manusia adalah tempat yang rapuh untuk menggantungkan sebuah cinta. Haha, meski awalnya begitu. Begitu lugunya aku bilang orang baik itu, kamu. Tak apa, itu masa lalu. Anak lugu ini, sekarang sudah berilmu. Bukan lagi kepada dambaan manusia dia merindu, tapi kepada ridho Tuhannya dia menuju :)

Cinta memang tak selugu itu, seharusnya.

Jika ia melekat pada manusia, pasti tak akan bertahan lama. Ada masa sudahnya. Ada rasa bosannya. Ada saat dimana segalanya tak lagi bisa disandarkan. Karena memang, serapuh itu. Lagi-lagi, manusia tempat paling rapuh untuk bergantungnya sebuah cinta. 

Tapi, benar kata Umi..  mencintai dan dicintai adalah kebutuhan dasar manusia. Dengan mencicip manis-asam-asin-pahit cinta, kita bisa selangkah lebih kenal dengan siapa yang menciptakannya. Dengan begitu, kita jadi tahu, bahwa Allah Maha Romantis, Allah Maha Segala, Allah sumber dari segala cinta itu.

Dan bisa aja, dengan mencicip getir-pahit-legitnya cinta kita menjadi pribadi yang berbeda dari kemarin. Kita menjadi lebih mengenali diri kita lebih jauh. Haha, ada ada sajaa :)

Dengan begitu, meski konyol dan merasa bodoh mengingat keluguan kita dahulu, lewat cinta bisa jadi Allah menuntun kita pada skenario yang tak disangka.

Benar-benar tak disangka..



Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer