Sadar, Pelan, Sampai
Hari minggu kemarin, tepat ketika perasaan dan pikiranku begitu sesak, terasa begitu menumpuk, aku memberanikan diri untuk menguraikan cerita kepada Mbak Santi, salah satu seniorku di pondok. Dia asal Jakarta, tapi perangainya lembut- lebih lembut dibandingkan aku yang katanya anak daerah. Mbak Santi juga pendengar yang sangat baik menurutku, diaa tulus, hangat dan murah senyum.
Entah, aku juga heran mengapa aku bisa bercerita banyak hal ke Mbak Santi malam itu. Aku ga sadar kalau kita bisa berdiskusi dan berbagi cerita tentang macam - macam. Random talk, again.
Dan yang paling aku syukuri adalah di tengah - tengah diskusi, Mbak Santi merekomendasikan aku untuk membaca beberapa tulisan dari Mas Adjie Santosoputro. Deg, "kaya ngga asing!" teriakku dalam batin, Tapi aku tak sepenuhnya ingat, tak sepenuhnya sadar, aku lupa, pernah mengenali tulisan beliau sejak kapan, dan dimana.
Tak peduli dengan itu, kami terus melanjutkan diskusi dan ngobrol ini itu. Mbak Santi juga mengingatkan untuk melanjutkan tafsir Al-Quran ku yang belum rampung. Iyaa, malam itu sebenarnya kami sedang menyelesaikan tugas tafsir Al-Quran, memaknai salah satu ayat dari surat Al-anbiya'. Tapii di tengah - tengah manqulan malah ngelantur kemana - mana. Duh, dasar aku. Sukanya ngobrol emang :) Lagi manqulan, malah ngajak Mbak Santi ngobrol :))
Oke, lanjut ke bahasan yang tentang Mas Adjie Santosoputro ya! Di akhir sesi tafsir Al-Quran, Mbak Santi menawarkan ku untuk membuat akun twitter dan mulai mengikuti Mas Adji. Tapii aku ga langsung buat akun twitter. Belum minat aja main twitter, :)
Yauda, akhirnyaa aku disarankan untuk mengikuti akun Mas Adji di Instagram. Dan, ya! Akhirnya aku ingat, Mas Adjie yang aku tau sebelumnya ternyata adalah Mas Adji yang Mbak Santi maksud. Iya, beliau praktisi mindfullnes. Mas Adjie sering membagikan wawasan dan pengalamannya tentang mindfullnes. Dan tanpa aku sadari juga, halaman favorit dari salah satu buku kesukaanku ternyata ditulis oleh Mas Adjie. That makes me goosebumps, wkwk.
Dua minggu yang lalu, aku pergi ke Gramedia Pandanaran, Semarang. Iseng, yah biasalah. Kalau lagi moodnya jelek atau lagi sedih - sedihnya, aku suka ke Gramed. Iseng, ga da niatan beli. Tapi ujung-ujungnya juga beli :) Lumayan, ada beberapa buku yang emang udah aku pengen beli sejak lama. Ada bukunya Mbak Najela Shihab, kakaknya Najwa Shihab, terus ada buku Ilmu Bumi yang dari duluu aku pengen beli (Alhamdulillah banget, bisaa beli:"), iyaaa, Alhamdulillah banget, karena harganyaa waktu itu bukan main, wkwk. Terus ada buku latihan menulis dari penerbit Buku Mojok, itu cukup ngebantuu aku dalam latihan menulis lima hari belakangan ini. Sama satu lagi, buku yang bener bener aku syukuri banget karena ditakdirkan Allah untuk beli buku itu. Bersyukurr banget, ga salah beli buku. Bersyukur banget nget nget! Judul bukunya "SLOW"
Ah, suka banget, covernya jugaaa keren. Sangat sangat sederhana dan elegan! Mirip sama covernya Supernova yang seri keenam, Intelegensi Embun Pagi :) Warna dasarnya putih, dan warna font nya hitam elegan. Suka banget pokonyaa. Terus diatas judul "SLOW" ada tulisan "GREATMIND". Iya, bener, buku ini gagasan greatmind.id. Greatmind.id nggarap buku ini bekerja sama dengan Permata Bank. Kontributornya ada Eva Celia, Dominique Diyose, Rain Chudori, Ayla Dimitri, dr. Andreas Prasadja, Iman Usman, Adjie Santosoputro , Ayu Larasati, Andy F. Noya, Anjasmara, Fellaxandro Ruby, Yura Yunita, Dr. Rostiana, Marissa Anita, Reza Gunawan, Dewi Lestari, Veronica Colondam, Tiza Mafira, Nadine Alexandra, dan Singgih S. Kartono. Dan semua tulisan dari para kontributor sangat sangat membantuku untuk kembali menemukan diri dan merelai keributan dalam pikiran. Bersyukur banget :"
Dan menurutku, tulisan Mas Adjie yang saat ini paling relate dengan apa yang aku alami minggu ini. Ehe, kalau temen temen mau tau, judulnya "Hidup yang kita jalani, telah memiliki jalan ceritanya sendiri." Di buku "SLOW" ada di halaman 80 - 86. Bagus banget, disana mas Adjie mencoba mengajak kita untuk mengurai dan perlahan lahan menyembuhkan luka batin. Pembawaan tulisannya lembut, sejuk, dan mendamaikan. Mengajak kita untuk belajar mindfullnes perlahan - lahan.
Yah, bacaa aja deh pokonya. Aku gabisa bagi tulisannya disini:) Ntar kena denda, wkwk. Kalo mau pinjem bukunyaa, bole banget ko. Tinggal sampein ajaa kalo mau minjem bukunya.
Dan, sst, ada tulisannya Mbak Dee juga loh :) iyaaaah, Dewi Lestari juga salah satu penulis favoritku dari jaman SMA <3
Kabar kabarii ajaa ya, kalo kepo ama isi buku SLOW. Sumpil isi bukunya keren banget :(

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus