Medan Energi
Pernahkah saat kita pertama kali bertemu dan kali itu juga kita langsung merasa akrab dan kagum dengannya? Pernahkah kita kagum pada seseorang yang mungkin kalau kata orang secara fisik dia biasa saja, namun kegagumannya padanya tak berkurang sedikit pun? Kata orang, inilah yang dinamakan pesona diri. Kalau pada laki-laki ini biasa disebut kharisma, dan pada perempuan ini biasa disebut inner beauty. Pesona seseorang dapat dirasakan oleh orang lain karena diri tersebut memancarakan pesona tersebut dalam bentuk medan energi. Atau mungkin, bahasa yang tepat adalah aura. Iya, setiap orang memiliki aura masing-masing. Setiap orang memancarkan medan energinya masing-masing berdasarkan kondisi pikiran masing - masing. Pancaran medan energi ini akan berubah - ubah sesuai dengan kondisi pikiran seseorang.Itulah alasan mengapa terkadang seseorang terasa tampak "bersinar", dan pada kondisi lain di hari yang berbeda ia tampak "redup". Karena hal tersebut bergantung dengan kondisi pikiran seseorang saat itu.
Dan alasan saat seseorang sedang kasmaran auranya terlihat begitu cerah, karena saat ia jatuh cinta, hatinya merasa bahagia, pikirannya dipenuhi hal hal yang menyenangkan, nyaman, dan mungkin ketenangan yang mengandung semangat untuk mengerjakan apa yang ia ingin raih. Makanya, di postinganku sebelumnya aku sempat menyebut kalimat "Cinta yang kasmarannya membuat terus berlari, mengejar mimpi". Tak jarang, kita jadi merasa kagum pada orang - orang yang hatinya selalu dipenuhi rasa cinta. Cinta pada makhluk tuhan, cinta pada sesama, cinta pada hal-hal kecil yang ada padanya. Baik kepada laki - laki atau kepada perempuan. Dan itu yang aku kagumi dari kak Chairiyatul Fitri. Lewat matanya, ia dapat menggambarkan betapa besar cinta yang ia punya untuk orang - orang disekelilingnya.
Ia punya medan energi itu!
Saturday, 11.06 am.

Komentar
Posting Komentar