Interleaved, tulisan lama yang terselip
Let's we start to write a gratefullnes journey.
again.
Tbh, i have wrote it in my notebook. Not long after i accepted in my collage. Yash, about 2 years ago. Just write a moment when i live my uni-life, including tears, joyfull, regretness, love, increasing dopamine, about impulsivity or more crazy than that.
But i never publish it, just write it down in my note book. And today, i just find an amazing page in my notebook. Haha, too random to call it as a sentence or poem. Just writing that flows like water. ehe
The day when i write was Friday.
14th of August, 2020
Begini isinya:
Waktu sebenarnya hanyalah ilusi. Ilusi, memang begitu hasil dari penelitian beberapa ilmuwan modern. Ingat teori relativitas kan?
Waktu sebenarnya tidak bergerak. Waktu dapat seolah - olah bergerak disebabkan olehh pikiran kita. Dan pikiran kita banyak menimbulkan persepsi yang berbeda. Itu salah satu yang menyebabkan waktu itu relatif. Sifatnya relatif, seolah - olah terasa sebentar dan seolah - olah terasa lama, sebenarnya disebabkan oleh pikiran kita sendiri. Persepsi kita masing - masing.
Yang namanya masing - masing, berarti waktu kita dengan yang lainnya tidak akan pernah sama. Maka tak jarang, kita menjumpai orang berkata waktu itu sifatnya sangat personal. Ada orang yang bilang kita bergerak dalam ruang dan berdasarkan waktu kita masing - masing. Our own timeline. Sesuai garis waktu masing - masing.
Maka saat kita terus menerus membandingkan kondisi kita saat ini dan kondisi teman kita, kita telah menciderai hukum alam. Tak seharusnya begitu. Dan itu akan sangat - sangat melelahkan. Perbandingan yang seperti itu gak akan pernah apple to apple. "Gak make sense!", katanya :)
Ya bayangkan saja, kamu berjalan di garis waktumu sendiri, dan temanmu juga berjalan di garis waktunya sendiri. Ga akan sama dan ga akan pernah bisa untuk dibandingkan.
Masih ingin, masih mau coba untuk membandingkan?
Silakan,
Silakan bandingkan hidupmu dengan hidup temanmu yang paling mungkin untuk kamu bandingkan!
Even, we can not compare ourself with our sister nor brother. Wouldn't.
Karena kembali pada konsep yang awal. Waktu sangat bersifat relatif dan personal. Gampangannya gimana? Ya simplenya, tugas kita cukup untuk menikmati waktu kita masing - masing. Udah, masing-masing. Tanpa perlu iri. Enak tau kalo kita bisa secure dengan diri kita sendiri..
Mungkin, udah saatnya kita sadar,
Hidup berdampingan bukan saling membandingkan.
Kita berbeda, memiliki beberapa selisih, bukan untuk saling menyelisihi.
Mari kita saling menyaling, tak saling berpaling
16.02
Jumat sore
Ahahahaa, jadi itu salah satu halaman yang aku temukan di buku catatan lamaku.
hope it cn help u, help us,
At least, help me, for my soul in this week :)
Damn, i feel like my past has adviced me properly..

Komentar
Posting Komentar